Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Bandar Poker Sakong BandarQ Online
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Banner

Go Back   Forums > Pojok Lendir > Indonesia xxx > Cerita seru

Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online Judi Poker Domino 99 ituQQ Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia Judi Poker Domino 99 itucasino
Reply
 
Thread Tools Display Modes

  #1  
Old 12-18-2017, 01:38 AM
ceritabecek ceritabecek is offline
Junior Member
 
Join Date: Dec 2017
Location: Indonesia
Posts: 11
ceritabecek is on a distinguished road
Cool Kubasahkan Binor Hamil Muda Yang Sedang Masturbasi Ini

Kubasahkan Binor Hamil Muda Yang Sedang Masturbasi Ini - Cerita Becek.


Aku adalah seorang eksekutif muda yang baru diangkat menjadi manajer di sebuah perusahaan swasta di Surabaya. Sebut saja namaku Benny, tinggi 175 cm kata orang aku mirip pemain bulu tangkis Ricky S. Kisah ini terjadi hampir setahun yang lalu. Umurku saat itu 30 tahun.

Aku sudah pernah ngentot istri orang yang beristri dan beranak 2, berumur 3 tahun dan yang bungsu baru 1 bulan. Isteri dan anakku masih tinggal di Malang karena saat melahirkan anak kedua tinggal di rumah orang tuanya dan belum pulang ke Surabaya. Kisah ini terjadi saat pulang dari kerja lembur sekitar pukul 11:00 malam.

Dengan mobil Honda Civic kesayanganku, aku menyusuri Jalan di kawasan perumahan elit yang mulai sepi karena kebetulan hujan gerimis. Di tengah perjalanan aku melihat perempuan setengah baya berdiri di bawah pohon di pinggir jalan. Aku merasa kasihan lalu aku menghentikan mobil dan menghampirinya.

Aku bertanya, "Ibu sedang menunggu apa?" Dia memandangku agak curiga tapi kemudian tersenyum.

Dalam hati aku memuji, manis juga ibu ini walaupun umurnya kelihatan di atasku sekitar 34 atau 36 tahun kalau digambarkan seperti artis Misye Arsita dan saat itu perutnya agak membuncit kecil kelihatan sedang hamil muda.

"Kalau ke Manukan naik angkot apa ya Dik?"
"Wah jam segini sudah habis Bu angkotnya, Gimana kalo saya antar?" Dia kelihatan gembira.
"Apa tidak merepotkan?"
"Kebetulan rumah saya juga satu arah dari sini, mari naik!"

Setelah dia ikut mobilku, Ibu itu bercerita bahwa dia berasal dari Jawa Tengah, dia sedang mencari suaminya yang kebetulan baru 2 minggu kerja sebagai supir bis jurusan Semarang-Surabaya, keperluannya ke sini hendak mengabarkan kalau anaknya yang pertama yang berumur 15 tahun kecelakaan dan dirawat di rumah sakit sehingga butuh uang untuk perawatan anaknya.

Kebetulan alamat yang ditulis oleh suaminya tidak ada nomor teleponnya. Sesampainya di alamat yang dituju kami berhenti. Setelah di depan rumah, ketika akan mengetuk pintu ternyata pintunya masih digembok, lalu kami bertanya pada tetangga sebelah yang kebetulan satu profesi.

"Suami Ibu paling cepat 2 hari lagi pulangnya. Baru saja sore tadi bisnya berangkat ke Semarang. Kebetulan kami satu PO." Kemudian kami permisi pergi.

Kelihatan di dalam mobil dia sedih sekali. "Terus sekarang Ibu mau ke mana?" tanyaku.

"Sebenarnya saya pengin pulang tapi... Pasti saya nanti dimarahi mertua saya kalau pulang dengan tangan kosong, lagian uang saya juga sudah nggak cukup untuk pulang."
"Begini saja, Ibu kan rumahnya jauh, capek kan baru nyampek terus pulang lagi... apalagi kelihatannya Ibu sedang hamil, berapa bulan?"
"Empat bulan ini Dik, trus saya harus gimana?"
"Dalam dua hari ini Ibu tinggal saja di rumah saya, kan nggak jauh dari Manukan nanti setelah dua hari Ibu saya antar ke sini lagi, gimana?"
"Yah terserah adik saja yang penting saya bisa istirahat malam ini."
"Oh ya, boleh kenalan... Nama Ibu siapa dan usianya sekarang berapa?"
"Panggil saja aku Mbak Menik, dan sekarang aku 35 tahun."

Malam itu, dia kusuruh tidur di kamar samping yang biasanya dipakai untuk kamar tamu yang mau menginap.

Rumahku terdiri dari 3 kamar, kamar depan kupakai sendiri dan isteriku, sedang yang belakang untuk anakku yang pertama. Malam itu aku tidur nyenyak sekali, kebetulan malam Sabtu dan di kantorku hanya berlaku 5 hari kerja jadi Sabtu dan Minggu aku libur. Sebenarnya aku ingin pergi ke Malang tapi karena ada tamu, kutangguhkan kepergianku minggu depan. Sekitar jam 8 pagi aku bangun, kulihat sudah ada kopi yang sudah agak dingin di meja makan serta beberapa kue di piring. Mungkinkah Ibu itu yang menyajikan semua ini. Lalu setelah kuteguk kopi itu aku bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan kencing.

Karena agak ngantuk aku kurang mengawasi apa yang terjadi, saat aku selesai kencing aku tidak sadar kalau di bathtub Mbak Menik sedang telanjang dan berendam di dalamnya. Matanya melotot melihat kemaluanku yang menjulur bebas, ketika aku membalik ke samping aku kaget dan sempat tertegun melihat tubuh telanjang Mbak Menik, tubuh yang kuning langsat dan mulus itu terlihat mengkilat karena basah oleh air dan buah dadanya.. wow besar juga ternyata, 36B. Pasti empunya gila seks. Lalu mataku berpindah ke sekitar pusarnya, di atas liang senggamanya tumbuh bulu kemaluannya yang lebat. Tak sadar kemaluanku tegak berdiri dan aku lupa kalau belum mengancingkan celana, Dan Mbak Menik sempat tertegun melihat kejantananku yang lumayan besar, panjangnya 17 cm tapi kemudian...

"Aouuww, Dik itunyaa!" kata Mbak Menik sambil menutup buah dadanya dengan tangan serta mengapitkan kakinya.

Aku baru sadar lalu buru-buru keluar. Di kamar aku masih membayangkan keindahan tubuh Mbak Menik. Andai saja aku bisa menikmati tubuh itu, aku malah berpikiran ngeres karena memang sudah lama aku tidak mendapat jatah dari isteriku, ditambah lagi situasi di rumah itu hanya kami berdua. Lalu timbul niat isengku untuk mengintip lagi ke kamar mandi, ternyata dia sudah keluar lalu kucari ke kamarnya. Saat di depan pintu, samar-samar aku mendengar ada suara rintihan dari dalam kamar samping, kebetulan nako jendela kamar itu terbuka lalu kusibakkan tirainya perlahan-lahan. Sungguh pemandangan yang amat syur. Kulihat Mbak Menik sedang masturbasi, kelihatan sambil berbaring di ranjang dia masih telanjang bulat, kakinya dikangkangkan lebar, tangan kirinya meremas liang kewanitaannya sambil jarinya dimasukkan ke dalam lubang senggamanya, sedang tangan kanannya meremas buah dadanya bergantian.

Sesekali pantatnya diangkat tinggi sambil mulutnya mendesis seperti orang kepedasan, wajahnya kelihatan memerah dengan mata terpejam. "Ouuuhh Hhhmm Ssstt..." Aku semakin penasaran ingin melihat dari dekat, lalu kubuka pintu kamarnya pelan-pelan tanpa suara aku berjingkat masuk. Aku semakin tertegun melihat pemandangan yang merangsang birahi itu. Samar-samar kudengar dia menyebut namaku, "Ouhhh Bennyyy.. Sss Ahhh.." Ternyata dia sedang membayangkan bersetubuh denganku, kebetulan sekali rasanya aku sudah tidak tahan lagi ingin segera menikmati tubuhnya yang mulus walau perutnya agak membuncit, justru menambah nafsuku. Lalu pelan-pelan kulepaskan pakaianku satu persatu hingga aku telanjang bulat.

Batang kemaluanku sudah sangat tegang, kemudian tanpa suara aku menghampiri Mbak Menik, kuikuti....

Baca Selengkapnya klik ---> Kubasahkan Binor Hamil Muda Yang Sedang Masturbasi Ini
__________________
Baca Cerita Dewasa di Cerita Becek
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump



All times are GMT +7. The time now is 10:30 AM.


: :
Powered by vBulletin® Version 3.8.9
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.