LebahBola.Com
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Bandar Poker Sakong BandarQ Online
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Banner

Go Back   Forums > Pojok Lendir > Indonesia xxx > Cerita seru

Agen Judi Togel - Bandar Togel Online - Judi Lotto - Agen Toto Online Judi Poker Domino 99 ituQQ Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia Judi Poker Domino 99 itucasino
Reply
 
Thread Tools Display Modes

  #1  
Old 10-08-2015, 08:46 PM
Mienote Mienote is offline
Senior Member
 
Join Date: Oct 2015
Posts: 1,036
Mienote is on a distinguished road
Default Holiday’s Challenge 4: Riri, si Gadis Tukang Sampah

“ini rumah saya, neng..ayo masuk neng…”. Riri memperhatikan dalam rumah Malih. Begitu sederhana dan kecil, Riri tak pernah membayangkan ada orang yang tinggal di rumah seperti ini, tapi di sinilah dia sekarang, rumah yang sangat sederhana.
“ayo, neng..duduk dulu di sini, maaf neng nggak ada bangku..”, Malih menggelar tikar.
“iya, Pak…”. Tak lama Malih kembali dengan membawa segelas air putih dengan gelas plastik.
“yah beginilah, neng rumah saya…ayo neng diminum..”.
“makasih, Pak…”.
“oh iya, Pak..istri bapak dimana ?”.
“udah meninggal 4 tahun lalu, neng..”.
“oh maaf, Pak..saya nggak tau, Pak…”.
“iya, nggak apa-apa kok neng..saya udah biasa tinggal sendiri..”.
“maaf, Pak..emang anak bapak kemana ?”.
“saya nggak punya anak, neng…katanya istri saya mandul..”.
“aduh maaf, Pak..jadi buat bapak sedih…”.
“nggak apa-apa, neng..”. Riri jadi merasa tak enak telah membuat Malih jadi teringat tentang almarhum istrinya.
Tapi, Riri pun jadi berpikir, apakah selama 3 tahun Malih tidak merasa kesepian tinggal sendirian.
“oh iya, neng..neng Riri mau makan apa ?”.
“Pak Malih mau beli makanan ya ?”.
“iya, neng..neng Riri tunggu di sini bentar..”.
“gimana kalo kita makan di luar aja, Pak..”.
“maaf neng, tapi…”.
“tenang aja, Pak…saya traktir…”.
“tapi, neng…”.
“udah lah, Pak…saya udah laper nih, yuuk..”.
“yaudah deh, neng..”. Mereka berdua pun makan di rumah makan. Malih mengenakan pakaian yang paling bagus yang ia miliki agar tidak membuat Riri malu. Satu-satunya pakaian yang cukup bagus yang Malih miliki, pakaian yang dulu diberikan mantan majikannya saat dia masih menjadi supir untuk orang. Mereka pun kembali ke rumah.
“oh iya, Pak..ada kamar mandi nggak ?”.
“ada neng, sebelah sini…maaf kamar mandinya kecil, neng..”.
“iya, Pak..nggak apa-apa kok, Pak..”. Lumayan juga, rumah kayak gini, tapi ada kamar mandinya, pikir Riri. Rumah Malih cuma ada 2 ruangan kecil, 1 ruangan untuk kamar mandi, dan satunya ada kasur untuk tidur.
“neng Riri udah mau tidur ya ?”.
“iya, Pak udah pegel-pegel nih…”.
“yaudah, neng Riri tidur di sini..”.
“lho ? bapak tidur di mana ?”.
“saya tidur di bawah aja, neng…”.
“biar saya aja yang tidur di bawah..bapak yang di kasur..”.
“nggak, neng..saya aja yang di bawah..neng Riri kan cewek..masa tidur di bawah..”.
“ya, tapi saya masih muda, nggak gampang sakit..”.
“ya tetep aja, neng Riri kan cewek..udah neng, tenang aja..biar udah tua, tapi badan saya masih tahan kalo masuk angin doang..”. Riri merebahkan tubuhnya di kasur kapuk, sementara Malih tiduran di tikar. Keadaan memang sunyi dan gelap, tapi Riri tak bisa tidur. Mungkin karena merasa tak enak hati melihat Malih yang sudah tua tidur di tikar. Riri memandangi Malih yang tidur membelakanginya. Rasa kagum muncul di hati Riri. Seorang pria tua mampu bekerja keras, dan kelihatan begitu tegar meski tinggal sendirian selama 3 tahun. Sikapnya juga sopan, tak seperti kebanyakan pria yang kurang ajar dan menggodanya.
“Pak Malih..”.
“ha ? iya, neng ?”.
“tidur di atas aja, Pak..”.
“tapi, neng…”.
“udah, Pak…nanti bapak masuk angin…”. Malih pun jadi tidur di kasur bersama Riri. Malih sengaja tidur agak jauh dan membelakangi Riri agar Riri tidak menyangka dia akan berbuat macam-macam. Saat mata Riri sudah terasa berat, tiba-tiba dia dipeluk dari belakang. Riri menengok ke belakang, rupanya Malih memeluknya, tapi tanpa sadar karena kelihatan matanya tertutup. Entah itu sengaja atau tak sengaja, Riri membiarkan Malih memeluknya dari belakang. Mungkin keinget istrinya, pikir Riri. Tapi, anehnya Riri merasa pelukan Malih begitu hangat dan nyaman seolah terasa seperti pelukan kakeknya. Riri pun jadi nyaman dan langsung tidur terlelap.
“mm ?”, Riri terbangun karena mendengar suara grasak-grusuk.
“mau kemana, Pak ?”.
“mau berangkat, neng..”.
“tunggu sebentar, Pak..saya ikut..”. Tak lama kemudian, Riri keluar dari kamar mandi. Kaos dan celana pendek selutut membalut tubuh Riri.
“ayo, Pak..”, ujar Riri sambil merapikan baju dan rambutnya.
Tak lupa, Riri membawa handycamnya. Mereka berdua berjalan ke tempat TPA yang kemarin tanpa mengobrol sedikit pun. Riri merekam Malih yang keluar dari TPA sambil menarik gerobak sampahnya.
“Pak, liat ke kamera donk..”. Malih melihat ke arah Riri dan tersenyum.
“Pak..coba dong saya yang narik gerobaknya..”.
“ini berat, neng..”.
“saya mau nyoba, Pak..n’ bapak ngerekam saya narik gerobak..”. Sebenarnya Malih tak tega melihat Riri menarik gerobak sampahnya yang berat dan bau, tapi mau apa lagi, memang Riri yang mau.
“berhenti di sana, neng..”, tunjuk Malih ke bak sampah yang di depan mereka.
“fuh..lumayan pegel juga ya, Pak..”, ucap Riri sambil meluruskan kedua tangannya dan mengelap keringat di dahinya dengan punggung tangannya.
“ya namanya juga gerobak sampah..lumayan berat..”.
“iya ya..oh iya, Pak..itu dimasukkin ke gerobak ya ?”.
“iya, neng..biar saya aja..”.
“nggak usah, bapak terus rekam aja, biar saya..”. Riri melempar tiga bungkusan plastik ke dalam gerobak.
Mereka berdua pun berkeliling dari bak sampah satu ke bak sampah lainnya. Sampah-sampah yang di luar bak sampah juga diangkut oleh Riri. Riri tidak kuat menarik gerobak terus, jadi dia hanya melemparkan sampah ke dalam gerobak saja. Tubuh Riri yang tadinya wangi kini jadi bau, kulit tangannya yang putih bersih jadi kotor dan hitam. Banyak orang khususnya laki-laki memandangi Malih dan Riri. Mungkin aneh dan bingung, seorang gadis cantik yang berkulit putih mulus memunguti sampah bersama pria tua. Teriknya sinar matahari dan lamanya berkeliling membuat Riri berpeluh keringat, bulir-bulir keringat bercucuran.


Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump



All times are GMT +7. The time now is 08:40 AM.


: :
Powered by vBulletin® Version 3.8.9
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.