DMBET99 | Bandar taruhan online terbesar|Bandar taruhan online terlengkap| Bandar casino terbesar
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Bandar Poker Sakong BandarQ Online
Agen Poker BandarQ Online ituPoker

Go Back   Forums > Pojok Lendir > Indonesia xxx > Cerita seru

Live Casino Sbobet Online Judi Poker Domino 99 ituQQ Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia Situs Sbobet Online Judi Poker Domino 99 itucasino Texaspoker Wigobet AFAPOKER RGOBET
Reply
 
Thread Tools Display Modes

  #1  
Old 10-08-2015, 08:46 PM
Mienote Mienote is offline
Senior Member
 
Join Date: Oct 2015
Posts: 1,036
Mienote is on a distinguished road
Default (dina_nakal - KBB) Holiday's Challenge - Monica si Gadis Peternak #4

[h=2][/h]
"lo demen ama kontol gue ye ? hahaha".
"iyaa, Bang...". Lidah Moniq menjalar di sekitar tonjolan itu. Bagai orang yang mempunyai 2 kepribadian, Moniq benar-benar seperti orang yang sangat berbeda. Yang tadinya kelihatan imut & polos, sekarang kelihatan seperti cewek murahan yang begitu menyukai apa yang ada di dalam kolor bau apek itu, sebuah benda yang paling utama dalam hubungan seksual yang bisa mengantarkan ke puncak kenikmatan. Moniq tak sabar, dia langsung melorotkan kolor Toyib. Spontan, 'senjata' Toyib langsung menyembul keluar. Sambil terus menarik celana Toyib ke bawah, mata Moniq tak bisa lepas dari benda tumpul yang ada di selangkangan Toyib. Bukannya kenapa-kenapa, Moniq sudah lumayan banyak melihat kejantanan pria-pria, mungkin sudah sekitar 6x dia melihat 'ular' yang berbeda, tapi dia tak pernah melihat yang seperti ini. Leher penis seorang pria memang agak timbul dari batangnya, tapi mungkin hanya beberapa milimeter saja atau paling maksimal 1/2 cm dari batangnya.

Sedangkan topi penis Toyib lebih timbul, mungkin 1,5 cm dari batangnya, sehingga terlihat seperti King Cobra yang akan menangkap mangsanya.
"kenapa ?? kaget ngeliat kontol gue ??".
"...". Moniq hanya bisa diam, kedua matanya tak bisa beralih dari batang aneh itu.
"jawab !!".
"i..iya, Bang...".
"biar gak kaget..lo jilatin kontol gue biar tau rasanya..".
"iyaa, Bang...". Moniq mulai menggenggam penis Toyib dan mengocoknya perlahan.
"cupp cupp cupp...". Moniq mencumbui helm merah muda Toyib dengan lembutnya. Bau apek memang menyengat sekali di hidung Moniq, tapi gadis mungil itu kelihatan begitu terbius, begitu asik mencumbui sekujur batang kejantanan Toyib dan tak ketinggalan buah pelirnya juga.
"aammhh...mmhhh..emmm...cllpph h...". Moniq 'menelan' kedua telur puyuh Toyib bergantian.
"uuhhh...", eluh Toyib keenakan. Sudah lama, 'perkakas'nya itu tidak mendapat perhatian dari seorang wanita sebegitu intensnya. Moniq tak segan-segan menciumi & menjilati bagian pangkal dari 'tonggak' milik Toyib.

Moniq sudah mulai berkaraoke. Pipinya kembang kempis seiring keluar masuknya penis Toyib.
"slebbh slbbhh...".
"oohhhh uuuhh maantaabbhh !!!". Nikmatnya sungguh tiada tara, Moniq benar-benar tahu cara menggunakan lidahnya. Toyib terus mengeluh-eluh keenakan, apalagi Moniq menggunakan tangannya untuk 'mengurus' buah pelir Toyib. Toyib menarik kepala Moniq menjauh dari selangkangannya.
"lo udah biasa nyepongin orang ?".
"iyaa, Bang...".
"wahaha !! gak nyangka, muka polos tapi udah biasa nyepong..bagus bagus...sekarang buka mulut lo !". Moniq membuka mulutnya selebar mungkin. Toyib menggerakkan kepala penisnya mengitari mulut Moniq 3x putaran sebelum memukul-mukulkan batangnya ke kedua pipi Moniq seolah-olah sedang menampari Moniq dengan 'pentungan'nya. Toyib memegangi kepala Moniq dan mengarahkan juniornya ke mulut Moniq.
"jlbbhh !!". Toyib langsung menusukkan penisnya masuk ke dalam mulut Moniq.
"heegghhh !!", mata Moniq terbelalak, dia kelojotan menerima penis Toyib yang masuk dengan tiba-tiba & sangat dalam.
"ohog ohog".

Air mata terlihat keluar dari sela-sela kedua mata Moniq.
"ohok ohok ohok !!!", Moniq terbatuk-batuk ketika Toyib sudah mengeluarkan penisnya. Penis Toyib yang menyentuh sampai ke pangkal kerongkongannya membuat Moniq jadi mual, ingin muntah. Moniq menyeka air matanya dan tersenyum sambil memandang wajah Toyib, setelah itu Moniq mengelus-eluskan penis Toyib ke pipinya sendiri seperti orang yang sedang bermanja-manja dengan hewan peliharaan kesayangannya. Dalam hati, Toyib merasa senang bukan kepalang. Inilah wanita yang dicari-carinya selama hidupnya. Begitu cantik, imut, mungil, dan montok. Dan paling penting bagi Toyib adalah sifat Moniq yang begitu penurut, menerima semua perlakuannya dengan senang hati. Moniq membuka mulutnya lagi.
"mau lagi ?". Moniq mengangguk. Seakan luluh dengan sikap penurut Moniq, Toyib mendorong penisnya dengan perlahan, tak ingin menyakiti Moniq.
"oohhh angeetthhh !!!". Batang kejantanan Toyib telah ditelan seluruhnya oleh Moniq.

Mulut Moniq mengatup di penis Toyib dengan begitu rapat, tak mau membiarkan penis itu keluar. Lidah Moniq pun membelai manja tugu milik Toyib.
"uaahhh...", Moniq bisa bernafas lega, penis Toyib telah keluar dari mulutnya. Moniq menjulurkan lidahnya, mengulik lubang kencing Toyib. Toyib merinding hebat, rasa geli, sedikit ngilu bercampur dengan rasa nikmat dirasakan Toyib di pucuk alat reproduksinya. Toyib pun terpaksa menjauhkan organnya itu dari lidah Moniq yang benar-benar 'berbahaya'. Berbahaya karena hampir membuat Toyib orgasme. Toyib pun langsung menggendong Moniq, dan menghempaskan tubuh putih mulusnya ke ranjang. Benar-benar menggiurkan melihat Moniq terkulai pasrah di atas ranjang. Tubuhnya yang mungil namun montok seakan-akan mengundang Toyib untuk mendekat. Pria tua itu langsung menerkam tubuh putih mulus itu. Dicumbuinya jengkal demi jengkal tubuh Moniq dengan penuh nafsu. Sementara si gadis mudanya pun begitu menikmati cumbuan & cupangan Toyib yang penuh gairah.

Saatnya merengkuh kenikmatan dari tubuh indah ini, pikir Toyib. Toyib mulai mendobrak masuk ke dalam pintu surga dunia milik Moniq dengan tongkatnya.
"hhnnmmhhhh...eeennnhhh... ", Moniq meresapi senti demi senti benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya melalui vaginanya. Sensasinya lain, kepala penis Toyib bagai payung di dalam rahim Moniq. Semakin dalam & semakin dalam 'jamur' Toyib memasuki liang senggama Moniq.
"eegghhh oohhh !!", Toyib mengerang keenakan, penetrasi terhadap alat kelamin Moniq begitu nikmat. Sempit & peretnya liang kewanitaan Moniq sangat memberikan sensasi luar biasa pada Toyib. Semakin panjang rudal Toyib yang menyesaki liang vagina Moniq. Terasa sangat terjepit, seperti ditarik & dihisap masuk semakin dalam. Akhirnya, tombak Toyib sepenuhnya mengisi rongga vagina Moniq. Moniq masih membiasakan diri dengan benda besar nan tumpul yang membuat liang vaginanya terasa penuh sesak, apalagi terasa ada yang mengganjal di ujung rahimnya, sama sekali tak pernah dirasakan olehnya.

Toyib langsung memagut bibir Moniq yang merah merekah.
"hheemmm...cpphhh...mmmm.. .", gumam keduanya. Bibir Toyib melekat begitu erat dengan bibir Moniq. Keduanya saling pagut, saling lumat, dan saling membelitkan lidah. Bibir tipis Moniq habis dihisap, dikulum, dan disedot oleh Toyib. Pinggul Toyib mulai bergerak naik turun.
"uummm...". Alat kelamin Toyib terasa seperti pompa gabus bagi Moniq karena kepala penis Toyib benar-benar menghalangi celah-celah di dalam liang vagina Moniq seperti tutup botol gabus.
"gimana, enak ??", ejek Toyib sambil terus menggenjot dengan perlahan untuk memancing gairah Moniq agar semakin tinggi.
"enaak bangeed, Bangh...", lirih Moniq. Moniq sama sekali belum pernah merasakan sensasi ini. Alat kelaminnya tak pernah terasa begitu 'tersumbat' seperti sekarang, gesekannya terasa lebih 'memabukkan', kejutan listrik terus menerus mengalir.
"oouuhh yeeehhhh aahhh hhuuuhhh...", desahan Moniq diiringi nafas Toyib yang menderu-deru.

Hujaman tombak Toyib semakin cepat bagai piston motor yang dipacu semakin cepat, membuat Moniq semakin tak bisa mengendalikan dirinya. Sungguh nikmat yang tiada duanya, Moniq sampai lupa sedang ada dimana, siapa yang sedang menggumulinya, bahkan Moniq hampir lupa siapa namanya. Rasa nikmat itu benar-benar menguasai pikiran Moniq, membuatnya serasa seperti melayang-layang di udara. Toyib mencabut batangnya keluar, wajah Moniq menunjukkan wajah 'tanggung' dan meminta untuk ditojos lagi.
"jleebbhh !!!".
"HEEGGGHHH !!!", mata Moniq terbelalak. Vaginanya terasa ngilu luar biasa. Toyib tersenyum melihat ekspresi Moniq yang terkejut sekaligus merasakan ngilu, pria tua itu semakin merasa berkuasa atas tubuh gadis imut yang sedang 'dikait'nya. Berkali-kali Toyib melakukan 'tusukan maut'nya, berkali-kali juga mata Moniq terbelalak dan tubuhnya tersentak kencang ke atas. Kedua alat kelamin itu sama-sama saling mengunci posisi masing-masing sambil terus bergesakkan.
"ooohh oohhh terusshh Baangghh eemmhhh ooouuhhh !!".

"POKKHHH !!".
"AWWHHH !!!". Tamparan kencang mendarat di payudara Moniq. Tubuh Moniq terkejut, tapi wajah Moniq menunjukkan ekspresi nakal. Persetubuhan antara Moniq dan Toyib yang dibumbui unsur penyiksaan terus berlangsung. Pria tua itu bagai menemukan belahan jiwanya. Gadis muda yang sedang digumulinya sangat pasrah, malah semakin hot dan semakin bergairah jika semakin disiksa. Bekas-bekas cupangan bertambah di leher & payudara Moniq. Payudara Moniq kini agak memerah karena terus ditaboki oleh Toyib. Wajah Moniq pun basah kuyup oleh air liur Toyib. Desahan & nafas keduanya saling balap-balapan. Keringat bercucuran dari tubuh 2 insan yang sangat bertolak belakang. Sang gadis muda terlihat begitu menikmati disetubuhi sang pria tua. Sang pria tua pun begitu bersemangat menggeluti tubuh montok sang gadis muda. Moniq & Toyib sama-sama sedang tenggelam dalam lautan kenikmatan. Keduanya merasa seperti di surga, sama-sama tak ingin kenikmatan yang mereka rasakan berakhir.

Tubuh keduanya bersatu dengan alat kelamin mereka sebagai penghubung. Moniq & Toyib bergerak selaras, irama gerakan mereka berdua begitu harmonis & serasi, seperti sudah terjalin komunikasi batin yang sangat kuat di antara mereka. Desahan Moniq tak terdengar lagi, Moniq sudah terlalu lemas. Dia sama sekali tak tau sudah berapa kali Toyib membuatnya orgasme. Semua karena bentuk tongkat Toyib yang tak biasa, memberikan kenikmatan yang juga tak seperti biasanya.
"AAGGHHH HEENNN OOKKHHH !!!", kenikmatan yang dirasakan Toyib sudah mencapai puncaknya. Alat reproduksi Toyib sedang mengisi rahim Moniq dengan berjuta-juta sperma. Kepuasan dan rasa bangga yang tiada tara bagi Toyib, bisa menyirami rahim gadis secantik Moniq dengan benih-benihnya. Moniq mengatur ritme nafasnya, perutnya kembang kempis karena bernafas dengan cepat. Senyuman tulus menghiasi wajah Moniq. Toyib juga tersenyum, tapi Toyib heran. Sudah dikasari & diperkosa, tapi malah tersenyum seperti menandakan kalau dia merasa senang.

Toyib pun tidur di samping & memeluk Moniq. Keduanya tidur kelelahan, si Toyib kelelahan setelah puas melampiaskan nafsu setannya kepada Moniq & menumpahkan semua maninya ke dalam rahim Moniq, sedangkan Moniq kelelahan akibat orgasme yang terus menerus sampai vaginanya terasa 'pegal', tapi sekarang rahimnya terasa hangat & nyaman karena genangan sperma Toyib.
"mm..nyymm...", mata Moniq terbuka sendiri. Dia melihat keadaan sekitar, tak ada siapapun. Hanya dia sendiri yang ada di atas ranjang yang awut-awutan itu.
"duuuhh...", Moniq terasa ngilu di V-zone miliknya saat turun dari ranjang.
"gara-gara Bang Toyib nih...", ujar Moniq bicara sendiri sambil tersenyum. Dia pun berjalan keluar kamar dengan sedikit mengangkang. Tak pernah rasanya sengilu ini bahkan sampai tak bisa merapatkan kedua pahanya, tapi Moniq merasa begitu senang. Sampai sekarang, Moniq baru merasakan apa arti dari hujaman & hantaman dari sebuah batang kejantanan pria. Moniq makan makanan yang ada di meja makan, sepertinya telah disediakan Toyib dari pagi.

Sambil terus makan, Moniq mengenang momen-momen tadi malam. Memori yang tak bisa dilupakan oleh Moniq, dia tak pernah merasa begitu dikuasai, begitu tak berdaya, seakan Toyib memang sudah mempunyai hak penuh atas dirinya. Perlakuan kasar Toyib malah menjadi daya tarik sendiri di mata Moniq. Begitu jantan & begitu perkasa, membuat Moniq mesem-mesem sendiri. Namanya juga Moniq, semakin dikasari malah semakin bergairah. Ketiga teman akrabnya pun sampai keheranan, mengapa Moniq begitu suka dikasari saat berhubungan intim. Padahal sifatnya manja, biasanya orang dengan sifat manja, tidak mau kalah, tapi Moniq malah mau membiarkan orang 'menang' atas dirinya.
"oh iyaa, aku telpon aja Bang Toyib...bego banget sih...". Moniq men-dial nomer Toyib di hpnya.
"halo, Bang Toyib ?".
"ada apa, neng ?".
"Bang Toyib lagi di mana ?".
"lagi di tempatnya Pak Jali, neng...".
"oh..pulangnya jam berapa ?".
"jam 3an kali, neng..emang kenapa, neng ?".
"oh..kalo gitu Moniq tunggu yaa..Moniq mau ngomong tentang tadi malem..".

"i..iyaa, neng...". Jam dinding pun menunjukkan pukul 3, Moniq sudah mandi, tubuhnya sudah bersih & wangi kembali. V-zonenya pun terlihat indah lagi, tapi tetap saja ada bekas-bekas cupangan di sekujur tubuh Moniq, terutama di payudaranya. Toyib masuk ke dalam rumah, begitu terkejut saat melihat Moniq. Bagaimana tidak terkejut, Moniq sama sekali tak mengenakan apapun, hanya kalung yang mengekang lehernya dan tali yang menjuntai ke lantai. Toyib pun tau kalau yang dikenakan Moniq adalah kalung anjing yang biasa digunakan untuk mengekang anjing.
"neng ?! neng Moniq ?!". Moniq tersenyum dan berjalan mendekati Toyib.
"Bang Toyib udah Moniq tunggu dari tadi...".
"neng Moniq kenapa begini ?".
"bukannya Bang Toyib suka kalau Moniq kayak gini ?".
"tapi kenapa neng..?".
"pokoknya Moniq akan nurutin Bang Toyib...". Moniq menyerahkan tali kekangnya kepada Toyib. Masih tak percaya dengan apa yang terjadi, apakah nyata atau tidak, Toyib menerima tali kekang Moniq dengan ragu-ragu.

Moniq pun turun dan bertumpu pada kedua tangan dan lututnya.
"bener nih ?". Moniq mendongak ke atas, tersenyum sambil mengangguk.
"oke kalo gitu...". Toyib menarik tali kekang Moniq lalu duduk di bangku. Moniq duduk di bawah, pantatnya menempel di lantai.
"hmm..mulai sekarang gue bakal manggil lo Momon...kayak nama sapinya Pak Jali...hahaha..lo gak keberatan kan ?". Moniq pun menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum manis.
"bagus bagus hahaha !!", Toyib mengelus-elus kepala Moniq.
"ayo Mon, sekarang bukain sepatu Abang...". Moniq pun melepaskan sepatu boot Toyib. Kedua kaki Toyib sangat bau amis, tapi Moniq sama sekali tak terlihat jijik.
"kayaknya kaki Abang kotor...ayo dibersihin, Mon...pake lidah..hehe..". Moniq benar-benar menjilati kedua kaki Toyib. Telapak dan punggung kaki serta sela-sela jari-jari kaki Toyib dijilati Moniq berkali-kali. Moniq pun mengemuti kesepuluh jari kaki Toyib hingga berlumuran air liur.

"bagus..bagus..sekarang sebagai hadiahnya..". Toyib berjalan ke depan kamarnya.
"ayo sini Mon...", Toyib memanggil Moniq seperti memanggil hewan peliharaannya.
"mooo !!", jawab Moniq lalu merangkak ke kamar Toyib. Hari-hari Moniq pasti akan lebih 'sibuk' setelah kejadian ini dan tentu semuanya akan diabadikan lewat handycam Moniq.
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump



All times are GMT +7. The time now is 08:18 AM.


: :
Powered by vBulletin® Version 3.8.9
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.