DMBET99 | Bandar taruhan online terbesar|Bandar taruhan online terlengkap| Bandar casino terbesar
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Bandar Poker Sakong BandarQ Online
Agen Poker BandarQ Online ituPoker

Go Back   Forums > Pojok Lendir > Indonesia xxx > Cerita seru

Live Casino Sbobet Online Judi Poker Domino 99 ituQQ Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia Situs Sbobet Online Judi Poker Domino 99 itucasino Texaspoker Wigobet AFAPOKER RGOBET
Reply
 
Thread Tools Display Modes

  #1  
Old 10-08-2015, 08:46 PM
Mienote Mienote is offline
Senior Member
 
Join Date: Oct 2015
Posts: 1,036
Mienote is on a distinguished road
Default (dina_nakal - KBB) Holiday's Challenge - Monica si Gadis Peternak

Berbeda dengan 3 temannya, Moniq sudah menentukan pekerjaan apa yang akan dicobanya. Dari dulu, dia ingin sekali menjadi peternak karena dia memang suka sekali dengan boneka sapi yang lucu-lucu. Di dalam kamarnya, mungkin ada lebih dari 10 boneka sapi dengan berbagai ukuran.
"tok tok tok !!".
"Bi Inah yaa ?".
"iyaa non...".
"masuk, Bi...".
"ini susunya, non...".
"waah...asiiik...". Moniq langsung meneguk habis segelas susu yang dibawa Bi Inah. Moniq sangat suka minum susu, tapi anehnya badannya tidak bertambah tinggi. Dibandingkan dengan 3 temannya pun, Moniq lah yang paling mungil & imut-imut namun badannya benar-benar sekal dan begitu padat berisi. Moniq adalah anak satu-satunya dari kedua orang tuanya, tak heran kalau dia agak manja karena selalu dimanja kedua orang tuanya. Keluarga Moniq adalah keluarga yang harmonis dan sangat berada. Moniq mendapatkan kehangatan & kasih sayang dari kecil, tapi semuanya berubah saat ayahnya meninggal dunia karena penyakit jantung. Waktu itu, Moniq baru kelas 1 SMA, awalnya Moniq berubah dari periang menjadi pendiam.

Tapi, Ibunya yang sama-sama sedih, berhasil menyemangati Moniq sehingga lama kelamaan Moniq kembali periang. Moniq kesepian sekali saat ibunya harus menggantikan peran ayahnya sebagai direktur utama sebuah perusahaan sehingga otomatis ibunya menjadi super sibuk dan sering ke luar negeri. Di saat itulah Moniq terjerumus ke dalam lembaran hitam dari kehidupan seorang wanita. Moniq yang memang polos berhasil diperdaya oleh guru olahraganya sehingga keperawanannya pun terenggut. Kejadian itu membangkitkan 'sesuatu' yang ada di dalam diri Moniq. Sesuatu yang benar-benar liar dan nakal yang sebenarnya tak akan mungkin ada di dalam diri seorang gadis yang manja & polos seperti Moniq. Sejak itu, sisi gelap Moniq semakin menguasainya tapi sama sekali tak mempengaruhi sifatnya.
"non Moniq mau kemana ?!", tanya Bi Inah yang kaget setelah mendengar mesin mobil.
"Moniq mau jalan-jalan...".
"jangan non...nanti kalo ibu tau..bisa marah..".
"biarin...".

Moniq pun langsung melaju pergi dengan mobilnya.
"yeey !!!", teriak Moniq lepas & merasa sangat senang berhasil keluar dari rumahnya. Moniq pun mencari-cari secarik kertas yang berisi sebuah alamat. Alamat yang di dapat Moniq dari seorang penjual kambing di Jakarta. Moniq pun menuju alamat tersebut yang merupakan alamat dari orang yang katanya memiliki peternakan. Lumayan jauh juga perjalanan yang ditempuh gadis imut itu, tapi sekarang dia sudah sampai di perbatasan desa. Moniq pun membuka jendela.
"hemmhh...enak udaranya", ujar Moniq sambil menarik nafas dalam-dalam untuk menikmati segarnya udara pedesaan yang tak terkontaminasi oleh asap kendaraan.
"permisi, Pak...", sapa Moniq melihat seorang bapak yang berjalan di pinggir.
"ada apa, neng ?". Bapak itu agak terkejut setelah melihat wajah cantik Moniq.
"saya mau numpang nanya..Bapak tau alamat ini nggak ?", dengan nada suaranya yang manja.
"oh ini mah rumahnya Bapak Jali...".
"kalo dari sini gimana, Pak ? masih jauh nggak ?".
"nggak terlalu jauh, neng..tinggal lurus aja...".

"makasih yaa, Pak...".
"sama-sama, neng...". Tak sampai 5 menit, Moniq sampai di rumah yang ada bangunan-bangunan seperti kandang. Moniq pun keluar dari mobil.
"hst..hst...". Beberapa orang laki-laki saling memanggil satu sama lain dengan bahasa isyarat. Semuanya pun memandangi Moniq yang berjalan ke arah Jali.
"ckck...cakep banget..", hampir semua lelaki yang memandangi Moniq berdecak kagum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Sisanya, memandangi Moniq dengan pikiran-pikiran jorok dengan tonjolan yang segera muncul di celana mereka.
"permisi, Pak...".
"iya, neng ? ada keperluan apa ya ?".
"saya mau ketemu Bapak Jali..dimana yaa ?".
"oh, saya Pak Jali...ada perlu apa neng cari saya ?".
"begini, Pak...".
"sebentar neng..kita ngobrol di teras aja...mari, neng...".
"iya, Pak...". Moniq pun mengikuti Jali ke teras rumahnya.
"jadi, neng ini namanya siapa ? kok bisa tahu nama saya ?".
"oh iyaa..nama saya Monica, Pak..".

Jali pun menyambut tangan Moniq yang putih nan mulus itu. Alus banget tangannya nih cewek, ujar Jali dalam hati.
"jadi neng Monica ini ada keperluan apa ? kok neng Monica bisa tahu rumah saya ?".
"mm...maaf, Pak...panggil saya neng Moniq aja..".
"oh iya, neng Moniq..".
"jadi gini, Pak...saya tau alamat Bapak dari penjual kambing di Jakarta, Pak...".
"he emh..terus ?".
"saya mau tahu caranya ternakkin hewan ternak, Pak...".
"ouh begitu..". Ada seorang wanita keluar dari dalam rumah.
"ada tamu ?".
"permisi, Bu...", Moniq pun berdiri dan menjabat tangan wanita itu.
"neng ini siapa ya ?".
"saya Moniq..".
"neng Moniq..ini istri saya, namanya Nunung..".
"neng Moniq ada perlu apa yaa ?".
"saya mau belajar ternakkin sapi dan kambing, Bu...".
"ooh...". Meski agak polos, Moniq tahu kalau Nunung cemburu dengannya. Bagaimana tidak cemburu, wajah Moniq begitu cantik nan imut. Postur tubuhnya yang mungil didukung wajah imutnya memang tak diragukan lagi, Moniq bisa membuat laki-laki gemes & gregetan terhadapnya.

"kalo boleh tau, rumah Pak RT dimana ya, Pak ?", tanya Moniq.
"saya Pak RT, neng...".
"oh..Bapak..Pak RT di sini ?".
"iya, neng...kenapa neng Moniq ?".
"saya...". Belum selesai Moniq berbicara, ada seorang pria.
"permisi, Pak...maav saya telat..tadi saya ada urusan...".
"iye gak ape-ape, Yib...".
"lho ? Bapak ?".
"eh neng...".
"neng Moniq kenal ama Toyib ?".
"tadi saya nanya ke Bapak ini...".
"kebetulan banget nih ada si Toyib..".
"kenapa, Pak ?".
"ini neng Moniq mau belajar cara ternak...tolong di ajak ngiter, Yib...", Jali sedikit melirik wajah istrinya yang kelihatan bt sehingga tak berani mengajukan diri untuk mengajak Moniq berkeliling.
"ayo neng Moniq...".
"mari, Pak, Bu...". Moniq pun berkeliling dengan dipandu Toyib. Moniq pun diajak berkenalan oleh pekerja lainnya.
"nah ini kandang sapi, neng...".
"iih mana mana sapinya ?".
"kok beda sii ?".
"ha ? beda apanya, neng ?".
"beda sama ini...", Moniq menunjukkan hpnya yang ada gambar kartun sapi.
"hahaha...ya beda lah, neng..sapi dimana-mana yaa kayak gini, neng...", Toyib tertawa geli.

Tapi, Toyib merasa bingung juga. Masa iya, cewek cakep gini polos n' lugu kayak anak kecil, pikir Toyib. Moniq pun diajak melihat kandang ayam dan juga kandang kambing.
"neng Moniq nggak pulang ? udah sore ?".
"rumah saya jauh, Pak...n' kayaknya saya belum dapet apa-apa, Pak...".
"lho ? terus ? neng Moniq mau nginep gitu ?".
"iyaa, tadinya saya mau nginep di rumah Pak Jali..tapi kayaknya Bu Nunung cemburu..bisa-bisa perang dunia tiga ntar...hihi..".
"haha..Ibu Nunung emang cemburuan, neng...".
"oh gitu yaa, Pak..".
"terus neng Moniq gimana ?".
"nggak tau nih, Pak...saya juga bingung..".
"ng...kalo neng mau..neng bisa nginep di rumah saya..".
"di rumah Bapak ?".
"tapi kalo neng gak yakin sama saya juga gak apa-apa...".
"gak yakin ? maksudnya ?".
"kalo neng Moniq takut di apa-apain ama saya ntar saya tanyain temen saya yang lain..".
"saya sii nggak takut..Bapak orangnya baik..tapi istri Bapak nanti marah nggak ?".

"saya udah cerai 5 bulan yang lalu, neng...".
"maaf, Pak...saya nggak tau...".
"nggak apa-apa neng...jadi gimana, neng ?".
"mm...boleh deh, Pak...maaf kalo nanti saya ngerepotin..".
"tenang aja, neng...". Bagai gayung bersambut, Toyib merasa senang sekali. Serumah dengan cewek cantik, seperti mimpi rasanya. Sedari tadi, mata Toyib tak henti-hentinya memandangi kemulusan kulit Moniq. Hanya dengan dilihat, Toyib bisa membayangkan betapa mulusnya dan betapa halusnya kulit Moniq yang putih seperti susu itu. Moniq & Toyib pun kembali ke rumah Jali.
"gimana, neng Moniq ?".
"Pak Toyib sih banyak ngejelasin, tapi sayanya masih kurang ngerti..hehe..".
"oh..Toyib emang yang paling tau peternakan saya..soalnya dia yang pertama kali kerja sama saya..".
"oh gitu yaa, Pak...".
"terus neng Moniq mau ke sini lagi besok ?".
"nng..gini, Pak...saya mau nginep di rumah Pak Toyib...rumah saya jauh dari sini...lagian saya capek bolak balik, Pak...".
"apa neng Moniq gak takut nginep di rumah Toyib ? cuma berdua sama Toyib ?".

Pertanyaan yang tidak sengaja terlontar dari mulut Jali itu semakin menegaskan kalau bandot tua itu tak rela Moniq menginap di rumah Toyib.
"saya nggak takut, Pak...Pak Toyib orangnya baik banget...", puji Moniq sambil memandang ke arah Toyib dan tersenyum.
"oh yaudah kalo gitu...". Jali menatap Toyib dengan pandangan mata penuh rasa iri, sementara pandangan mata Toyib bersinar-sinar seperti orang yang menjuarai perlombaan dan mendapatkan hadiah yang istimewa.
"kalo gitu..saya ama Pak Toyib pulang dulu yaa, Pak...", izin Moniq.
"bentar, neng...". Jali masuk ke dalam rumah dan sebentar langsung keluar lagi dengan secarik kertas di tangannya.
"ini nomer telpon Bapak, neng...kalo neng Moniq mau nanya atau minta tolong..langsung telpon aja yaa, neng...".
"okee deh, Pak...beres..". Dasar bandot maruk, udah punya bini cakep masih aje ngincer daon muda, ujar Toyib dalam hati. Pertama kali melihatnya, Toyib langsung kesemsem dengan Moniq. Toyib tak pernah membayangkan akan bertemu dengan wanita yang imut-imut dan begitu menggemaskan.

Wajah Moniq sangat sedap dilihat, tentu tak akan bosan dipandangi seharian. Tapi, yang paling menarik perhatian Toyib adalah warna kulit Moniq. Begitu putih merona bagai mutiara dan terlihat sangat halus dan sangat mulus, tak ada luka atau lecet sedikit pun. Bagi Toyib, Moniq benar-benar bibit unggul, kandidat yang paling tepat untuk memperbaiki keturunan. Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Baru kali ini, Toyib naik mobil mewah seperti mobil milik Moniq. Biasanya Toyib hanya naik angkot, atau paling keren, naik taksi, belum pernah pria tua itu naik mobil mewah. Joknya terasa lembut dan nyaman, aroma mobil pun harum dan membuat rileks, acnya pun sejuk sekali.
"rumah Bapak lewat mana nih, Pak ?".
"luruuus aja, neng...ntar kalo ada belokan, saya kasih tau..".
"oke, Pak...".
"neng, saya boleh nanya nggak ?".
"mau nanya apa, Pak ?".
"neng Moniq kenapa mau belajar ternak ?".
"yaa sebenernyaa sii awalnyaa mau ngerjain tugas dosen aja, Pak...tapi denger penjelasan Pak Toyib tadi..Moniq jadi tertarik juga..".

"oh gitu...".
"eh maav Pak...tadi saya gak sopan...bahasain diri pake nama...".
"nggak apa-apa kok, neng..".
"saya kebiasaan kalo udah ngerasa deket sama orang..suka pake nama..". Udah cantik, imut-imut, baik, sopan, n' kaya, benar-benar cewek sempurna, pikir Toyib.
"gak apa-apa, neng...justru kerasa lebih deket..hehe..".
"hmm...oh iyaa yaa..ngomong-ngomong Pak Toyib udah berapa lama kerja sama Pak Jali ?".
"pertama mulai kerja sih umur 38..jadi kira-kira udah 5 tahunan lha, neng...".
"wah lama juga yaa...kalo gitu umur Bapak 43 yaa sekarang ?".
"iyaa, neng...kalo neng Moniq umurnya berapa ?".
"Moniq baru mau 20, Pak..hehe".
"oh baru 20...pantes masih imut-imut...", rayuan kampung Toyib pun mulai keluar.
"iih Pak Toyib bisaa aja nih..", balas Moniq dengan nada manja & mencubit lengan Toyib.
"hehe..". Toyib merasa berbunga-bunga karena Moniq tak marah digoda olehnya.
"nah di depan belok kanan, neng..".
"nah rumah saya yang itu tuh, neng...".

"oh yang itu yaa ? mobil Moniq parkir dimana nih, Pak ?".
"hmm...di situ aja neng..". Setelah mobilnya terparkir, Moniq pun mengikuti Toyib masuk ke dalam rumah.
"maaf neng, rumah saya kecil n' berantakan...".
"gak apa-apa, Pak...Moniq malah suka rumah kecil kok...".
"bagus kalo gitu, neng..hehe..oh iyaa, neng...di sini kamar neng Moniq..". Sebuah kamar yang rapih dan cukup bersih untuk seorang pria yang tinggal sendirian. Ada sebuah ranjang cukup besar dengan kelambu di atasnya seperti model ranjang favorit untuk pengantin dan sebuah lemari besar di pojok kamar.
"wah..kamarnya rapih...".
"iya dong, neng..hehe...kan kamar ini kamar saya...".
"lho ? terus ntar Pak Toyib tidur di mana ?".
"yaa...saya mah gampang, tidur di luar juga bisa..".
"tapi tetep di dalem rumah kan ?".
"iya lha, neng...". Toyib pun keluar dari kamar. Moniq langsung merapikan pakaiannya ke dalam lemari.
"neng Moniq mau makan apa ?", tanya Toyib ke Moniq yang baru keluar kamar.
"hmm...Moniq mau fried chickenn...".
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump



All times are GMT +7. The time now is 06:58 AM.


: :
Powered by vBulletin® Version 3.8.9
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.