DMBET99 | Bandar taruhan online terbesar|Bandar taruhan online terlengkap| Bandar casino terbesar
Agen Poker BandarQ Online ituPoker
Bandar Poker Sakong BandarQ Online
Agen Poker BandarQ Online ituPoker

Go Back   Forums > Pojok Lendir > Indonesia xxx > Cerita seru

Live Casino Sbobet Online Judi Poker Domino 99 ituQQ Agen Judi Poker Domino99 dan Ceme Online Indonesia Situs Sbobet Online Judi Poker Domino 99 itucasino Texaspoker Wigobet AFAPOKER RGOBET
Reply
 
Thread Tools Display Modes

  #1  
Old 10-08-2015, 08:46 PM
Mienote Mienote is offline
Senior Member
 
Join Date: Oct 2015
Posts: 1,036
Mienote is on a distinguished road
Default (dina_nakal - KBB) Holiday's Challenge - Monica si Gadis Peternak #3

Toyib mengolesi kedua tangannya dengan sesuatu yang berwarna kuning.
"Pak...itu apa sii ?".
"ini mentega, neng...".
"mentega buat apa, Pak ?".
"supaya licin, neng..jadinya sapinya gak ngerasa sakit..soalnya kalo dia sakit..gak mau ngeluarin susu...".
"oh gitu yaa, Pak...".
"nah neng Moniq sekarang perhatiin...neng megangnya di sini...abis itu remes pelan-pelan sambil diurut ke bawah kayak gini, neng...". Begitu Toyib mengurut, susu langsung terpancar menuju ember yang ada di bawah perut sapi itu. Toyib pun mencontohkan beberapa kali.
"sini, Pak...Moniq mauu cobaa...". Toyib pun digantikan Moniq duduk di dingklik. Moniq melumuri kedua tangannya dengan mentega seperti yang dilakukan Toyib tadi.
"dari sini yaa ?".
"agak ke atas neng...".
"di sini ?".
"iya di situ, neng...sekarang neng coba remes sambil di urut ke bawah pelan-pelan...".
"mooo !!!", tiba-tiba si sapi agak meloncat. Moniq yang kaget langsung terjungkang ke belakang.
"aduuwwhhh, sakiit...".
"neng Moniq gak apa-apa ?".
"gak apa-apa kok, Pak...", ujar Moniq membersihkan kedua sikunya yang kotor.

"kok sapinya ngamuk sii, Pak ?".
"neng Moniq kekencangan kali...".
"iyaa kali yaa..Moniq coba lagi deh..". Dengan lebih hati-hati, Moniq pun lancar memerah susu sapi bahkan sampai embernya penuh.
"asiik juga yaa merah susu sapi..hihihi...".
"wah neng Moniq ada bakat jadi tukang perah susu nih kayaknya..".
"pokoknya kalo ada sapi yang mau diperah..panggil Moniq aja yaa..hihihi...".
"tapi neng Moniq bisa diperah juga gak ? hehe...", celoteh jorok keluar dari mulut Maman.
"iih Pak Maman...masa Moniq mau diperah juga ? emangnya Moniq sapi...wee...", balas Moniq sambil memeletkan lidahnya. Moniq benar-benar membawa suasana baru bagi para pekerja di tempat Jali sehingga mereka semua jadi giat bekerja. Selain jadi pemandangan indah untuk cuci mata, Moniq enak sekali di ajak ngobrol karena Moniq tidak marah malah menanggapi candaan-candaan para pekerja yang cenderung jorok dan vulgar, tapi Moniq masih menjaga jarak dengan semuanya, tak mau terjadi apa-apa.

"semuanya, Moniq pulang dulu yaa...".
"iyaa neng...".
"makasi udah ngajarin Moniq yaa...".
"sama-sama, neng...".
"ati-ati, neng Moniq...". Moniq & Toyib pun kembali ke rumah dan makan malam.
"uunnghh !! pegeell !!!".
"capek ya, neng ?".
"iyaa nih, Pak...capek bangeet...Moniq mau ganti pakean dulu deh..abis ituu..tiduuurr !!".
"Pak Toyib...Moniq tidur duluan yaa...".
"iyaa neng...". Moniq terlelap dalam kelelahan. Sementara itu, pintu kamar terbuka dan ada yang masuk ke dalam kamar.
"mm ??". Meski kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, Moniq merasa aneh. Kedua kakinya terasa terbuka lebar tapi tak bisa digerakkan, begitu juga dengan kedua tangannya. Dan ada sesuatu di dalam mulutnya. Moniq pun membuka matanya dan mendapati dirinya telah terikat ke ranjang seperti huruf X. Dan ada kain yang menyumpal mulutnya.
"eh neng Moniq udah bangun...". Moniq melihat pria masuk ke dalam kamarnya. Ternyata yang melakukan semua ini tak lain dan tak bukan adalah Toyib.

"dari tadi di tungguin akhirnya bangun juga..hehe..".
"emph mmphh !!!". Moniq kelihatan ingin berbicara sesuatu, tapi tentu tak bisa karena tersumpal kain.
"neng Moniq gak usah ngomong..nikmatin aja haha !!". Toyib mengeluarkan gunting dari saku celananya.
"ssrtt srrt srrtt", bunyi kain yang sedang digunting. Toyib menggunting piyama yang dikenakan Moniq mulai dari lubang lehernya terus turun sampai ke celana dalam satu garis lurus. Pakaian Moniq pun terbelah jadi dua, kiri dan kanan. Bagai orang yang mendapat gaji pertama, jantung Toyib berdetak cepat, merasa gugup & deg-degan sekaligus tak sabar ingin melihat apa yang ada di dalam pakaian Moniq yang kemarin-kemarin hanya bisa dibayangkan dalam pikirannya yang kotor. Toyib menyibakkan baju Moniq ke kanan dan ke kiri. Mata Toyib pun terbuka lebar.
"gllkk...", Toyib menelan ludahnya sendiri melihat kemulusan kulit Moniq. Hanya dengan melihat perut Moniq yang rata dan payudaranya yang masih terbungkus bra, 'adik' Toyib sudah mencuat ke atas, membuat tonjolan di celananya.

Toyib pun mengelus-elus dan membelai perut Moniq.
"neng Moniq...kulitnya alus banget...", Toyib pun mencubiti kecil-kecil perut Moniq saking gemasnya. Tubuh Moniq begitu mulus & begitu harum. Bagai kue yang baru diangkat dari oven, tubuh Moniq terlihat sangat 'segar' dan kelihatan begitu 'lezat' untuk disantap.
"cupph cuphh cuuphh...", Toyib menciumi perut Moniq terus menerus sebelum mulai menjilatinya. Pusar Moniq pun dicolok-colok Toyib dengan lidahnya. Banyak waktu yang dimiliki Toyib membuat pria tua itu ingin menikmati 'kelezatan' dari setiap jengkal tubuh Moniq secara perlahan. Toyib pun melangkah ke tahap selanjutnya, dia menggunting tali bh Moniq di kedua sisi. Toyib pun dag dig dug lagi, penasaran ingin tahu bagaimana bentuk payudara dari seorang gadis imut. Toyib langsung melongo, matanya terbuka lebar, air liur hampir menetes keluar. Kemasan susu terindah yang pernah Toyib lihat seumur hidupnya. Moniq hanya bisa pasrah, kedua buah payudaranya menjadi tontonan Toyib.

Gumpalan daging kembar yang sangat indah. Bentuknya benar-benar bulat sempurna, terlihat penuh berisi dan sangat kencang, putih mulus, dan yang sangat mengundang birahi adalah pucuk payudaranya yang berwarna pink agak pucat, sangat serasi dengan kulitnya. Tanpa ragu-ragu, Toyib langsung mencengkram kedua buah payudara yang sangat mengundang birahi itu. Toyib meremasi gunung kembar Moniq dengan kasar, semakin lama semakin kencang remasannya karena pria tua itu sangat gemas dengan keempukan, kekenyalan, dan kelembutan payudara Moniq.
"hmmffhh !!", ekspresi Moniq menunjukkan orang yang sedang meringis kesakitan. Toyib pun memainkan kedua puting Moniq, memencet-mencet, menarik-nari, dan memilin-milin 'tutup' kemasan susu Moniq. Ekspresi wajah Moniq pun berubah menjadi ekspresi nikmat. Tapi, ekspresi Moniq segera berubah lagi saat Toyib menyentil putingnya yang sudah keras dengan sangat kencang. Toyib terus menyentil kedua puting Moniq bergantian.

Tubuh Moniq hanya bisa berkedut-kedut merasakan sakit.
"happhh !! nyymmhh !!", Toyib langsung menyantap payudara kanan Moniq. Toyib mengemuti puting Moniq yang kenyal, menghisap & menyedot kuat-kuat bagai bayi yang sedang lapar-laparnya.
"mmffhh...". Kedua pucuk payudara Moniq dikunyah terus oleh Toyib. Kadang digigit kencang oleh Toyib lalu ditarik-tarik ke atas.
"cuuupphhh !! cuuupphhh !!", Toyib pun mencupangi kedua buah payudara Moniq. Kulit payudara Moniq pun langsung kelihatan memerah di beberapa titik yang habis dicupang Toyib. Toyib tersenyum senang, dia telah berhasil membuat tanda di payudara Moniq yang menggiurkan itu.
"PLAAKK !!!", sebuah tamparan sangat kencang mendarat di payudara kanan Moniq. Ekspresi wajah Moniq berubah seketika, menahan rasa pedih dan 'panas' di payudara kanannya.
"PLAAKK !!!", payudara kiri Moniq pun ditampar kencang juga oleh Toyib yang kelihatan begitu puas melihat Moniq yang terlihat kesakitan. Moniq pun tak berdaya merasakan pedih karena Toyib terus menampari kedua susunya.

Gumpalan daging Moniq yang tadinya begitu putih mulus kini berubah menjadi kemerah-merahan bekas tamparan dari Toyib. Toyib mencupangi leher, lengan, dan belahan dada serta perut Moniq karena pria tua itu ingin membuat tanda di sekujur tubuh indah Moniq. Ketiak Moniq pun tak luput dari Toyib. Ketika ketiaknya diciumi dan dijilati, Moniq pun menggeliat-geliat kegelian. Karena harum, Toyib pun jadi betah di daerah itu sehingga membuat Moniq tersiksa dalam rasa geli. Ketiak Moniq pun basah kuyup karena air liur Toyib.
"hehe..geli ya neng ?", ledek Toyib melihat Moniq yang uget-uget dari tadi. Toyib merasa cukup bermain dengan tubuh bagian atas Moniq, saatnya berpindah konsentrasi ke bagian bawahnya. Bagian tubuh Moniq yang paling membuat Toyib penasaran. Gunting yang dipegang Toyib pun bergerak mendekati daerah Moniq yang paling pribadi.
"kres kres kres...". Dengan sangat hati-hati, Toyib mengguntingi celana Moniq yang sudah terbelah menjadi 2 sisi untuk menghilangkan sisa kain yang masih menutupi selangkangan Moniq.

Akhirnya daerah kewanitaan Moniq pun tak tertutup kecuali cd yang masih setia melekat. Satu-satunya kain yang memisahkan Toyib dengan 'surga dunia' yang ada di tengah-tengah selangkangan Moniq yang putih mulus itu. Tak sabar ingin melihat 'hadiah'nya, Toyib langsung menggunting pinggir kanan & kiri cd Moniq. Bagian tengah cdnya kini sudah terputus sehingga Toyib mudah melipat ke bawah.
"waahh...", pandangan mata Toyib semakin berapi-api, nafasnya semakin memburu melihat lembah kenikmatan milik Moniq. Tak pernah terbayang di pikiran Toyib bisa melihat vagina seindah ini. Bentuk alat kelamin yang begitu indah, bibir vagina Moniq terlihat begitu rapat, kulit di sekitarnya pun berwarna putih mulus, warna belahan bibir vaginanya seperti warna merah muda, dan sama sekali tak ada bulu yang menghiasi kelaminnya, benar-benar bersih dan sangat mulus. Belum lagi, semerbak aroma harum yang tercium oleh Toyib. Toyib tersenyum penuh arti memandangi tengah-tengah selangkangan Moniq.

Toyib tersenyum karena vagina Moniq yang menggiurkan dan sangat menggugah selera itu hanya untuk dirinya seorang. Tak akan ada orang lain yang bisa mengganggunya untuk mendapatkan kenikmatan sebanyak-banyaknya bahkan si pemilik vagina pun tak bisa mengganggu Toyib karena sudah terikat kuat ke ranjang. Toyib langsung membenamkan wajahnya ke selangkangan Moniq, menarik nafas dalam-dalam untuk menghirup aroma harum dari vagina Moniq sebanyak-banyaknya. Tubuh Moniq langsung gemetar saat lidah Toyib mulai melakukan kontak fisik.
"mmffhh...", hanya itu yang keluar dari mulut Moniq seiring tubuhnya yang berkedut-kedut. Toyib asik menyapu belahan bibir vagina Moniq dari bawah ke atas lalu kembali ke bawah dan seterusnya. Tonjolan sensitif Moniq pun disentil-sentil Toyib dengan lidahnya membuat Moniq semakin menggeliat-geliat. Lidah Toyib begitu lincah menari-nari di daerah kewanitaan Moniq. Toyib pun mencicipi sedikit cairan yang meleleh keluar dari celah sempit milik Moniq itu.

"ayo neng...keluarin lagi dong...enak banget...", komentar Toyib sebelum mulai menyerbu vagina Moniq dengan lebih ganas. Moniq hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, tubuhnya berkedut-kedut merasakan kenikmatan yang luar biasa yang berasal dari vaginanya. Toyib semakin buas menggerogoti vagina Moniq, melahap vagina indah itu bagai tak ada hari esok. Tanpa diketahui Toyib, Moniq sebenarnya sangat menikmati ketidak-berdayaannya untuk melindungi daerah yang paling intim dari tubuhnya. Moniq sangat suka jika merasa tak berdaya di hadapan pria, Moniq akan mematuhi semua perintah pria yang menjadi teman sexnya meski kadang membuatnya tersiksa. Tapi, semakin tersiksa, Moniq akan semakin bergairah. Tubuh Moniq menegang, perutnya sedikit terangkat ke atas, Toyib langsung memasang mulutnya.
"ssrrppphh..ssllrrrppp..." . Sekejap saja, cairan vagina Moniq langsung habis. Toyib membuka bibir vagina Moniq dengan kedua jari telunjuknya dan langsung menggali bagian dalam vagina Moniq dengan lidahnya.

Mengais-ngais dan menyedot sisa-sisa cairan yang tersisa di sela-sela bibir vagina Moniq. Memang, sudah sewajarnya Toyib begitu rakus menguras vagina Moniq karena rasa vagina Moniq sangat gurih dan ada sedikit rasa manis bahkan Toyib sedang berusaha 'menimba' vagina Moniq lagi. Sesekali Toyib menjilati & menciumi selangkangan Moniq yang begitu harum.
"hei ! senangnya dalam hati, aku beristri dua, serasa dunia, ana yang funya !!", Toyib pun terpaksa bangun dan mencari hpnya setelah mendengar ringtonenya.
"siape sih ah..ganggu orang aje..gak tau ape..lagi enak-enaknye makan memek...", Toyib ngedumel.
"sialan tuh Jali..lagi enak-enaknye disuruh ke sono lagi..". Toyib pun keluar kamar, tak lama kemudian Toyib kembali. Sambil tersenyum, Toyib meremas kencang biskuit yang dipegangnya.
"neng Moniq...Abang pergi bentar yaa..", ujar Toyib sambil menabur remah-remah biskuit ke selangkangan Moniq yang sudah basah kuyup oleh air liur Toyib.

"ati-ati neng..disini banyak tikus ama semut...hehe..". Tanpa menjelaskan lebih lanjut, Toyib keluar kamar. Moniq tak bisa berbuat apa-apa untuk membersihkan vaginanya yang penuh dengan remah-remah biskuit karena kedua kaki & tangannya masih terikat ke ranjang. Moniq dag dig dug sekali, dia berharap Toyib segera pulang sebelum tikus, semut, kecoa, atau hewan-hewan kecil lain 'menyatroni' dan masuk ke dalam vaginanya. Tapi, tetap saja Moniq merasa 'panas' apalagi saat memikirkan kalau dia sama sekali tak mampu melindungi daerah paling intim dari tubuhnya bahkan dari hewan kecil sekalipun. Rasa pegal terasa di mulut, kaki, dan tangan gadis mungil itu.
"cklek...". Rasa lega dirasakan Moniq saat Toyib masuk ke kamar.
"alo neng Moniq...gimana ? memeknya gak apa-apa kan ? hehe..". Toyib mendekati dan melihat daerah segitiga Moniq yang masih penuh dengan remah-remah biskuit.
"wah masih ada biskuitnya ya, neng ? kalo gitu Abang aja yang makan...hehe", Toyib langsung mengambil posisi untuk 'menyantap' alat kelamin Moniq lagi.

"wah enak juga biskuit rasa memek yee hahahaha !!!".
"mmffhh mfh..".
"neng Moniq mau ngomong sesuatu ?".
"umm..", Moniq mengangguk.
"tapi neng Moniq jangan teriak ya..". Moniq pun kembali mengangguk. Dengan hati-hati, Toyib mengeluarkan kain dari mulut Moniq dan menyiapkan tangannya yang lain untuk membekap mulut Moniq seandainya dia teriak.
"lepasin donk, Pak Toyib..Moniq pegel nih...". Toyib terkejut mendengar perkataan Moniq. Nada suaranya sama sekali tak menunjukkan kalau dia marah atau ingin teriak, seolah biasa saja, tak terjadi apa-apa.
"tapi, neng Moniq gak bakal macem-macem kan ?".
"nggak, Pak..". Toyib melepaskan ikatan di tangan & kaki Moniq. Moniq hanya duduk sambil mengelus-elus kedua pergelangan kakinya yang ada bekas ikatan tali.
"neng Moniq nggak marah ?".
"nggak, Pak...", jawab Moniq sambil tersenyum lebar.
"Moniq cuma pegel...", jawaban Moniq semakin membingungkan Toyib. Moniq duduk di tepi ranjang.
"Moniq suka kok kayak tadi...", Toyib sangat terkejut mendengar jawaban Moniq.

Toyib tak menyangka Moniq akan mengeluarkan jawaban yang membuatnya serasa di dalam mimpi. Toyib memang memiliki prilaku sex yang agak menyimpang, dia suka sekali memperlakukan wanita dengan kasar sebelum mulai bersenggama. Toyib sudah menikah 2x, dua mantan istrinya tak ada yang tahan dengan prilaku sexnya. Tak heran kalau Toyib merasa bermimpi. Kini, di hadapannya ada seorang gadis muda yang cantik dan bilang kalau dia juga suka bermain 'kasar'.
"yang bener, neng ?".
"bener, Pak...".
"kalo gitu...". Toyib langsung menyelinapkan tangannya ke bawah selangkangan Moniq.
"berarti memek ni punya siapa ?", Toyib mengobel-obel vagina Moniq.
"mmm..punyaa..hh..Pak..Toyibhh ...".
"gak ada Pak Toyib..adanya Bang Toyib..panggil gue Bang Toyib !!".
"ii..yaa, Bangg..eemmmhh..".
"sekali lagi gue tanya. ni memek punya siape ?!".
"punya Bang Toyib...oouummhhh..".
"bagus bagus...".
"ooouuhhh...oohh oohh uuuhh...", Toyib semakin cepat mengorek-ngorek vagina Moniq.

"enak yaa dikobel ? hahaha !!", ledek Toyib.
"enaaakk Baangghhh...ooohhhh !!". Moniq pun memegang kencang tangan Toyib, menekan vaginanya ke bawah.
"OOOUUHHHHH !!!", lenguh Moniq mendapatkan orgasmenya.
"bagus ya lo bikin tangan gue basah..ayo jilatin !!".
"iya, Bang...". Moniq menjilati punggung tangan, telapak tangan, dan sela-sela jari tangan kiri Toyib lalu 5 jari Toyib pun dikulum dengan sangat telaten oleh Moniq. Toyib mengajak Moniq berdiri. Dipeluknya tubuh Moniq yang mungil namun sangat padat berisi itu.
"pokk !! pokk !!", Toyib menampari dan meremasi kedua bongkahan pantat Moniq yang kenyal. Memang, Moniq sedikit merintih kesakitan, tapi ekspresi mukanya menunjukkan kalau dia senang bahkan kelihatan sangat bergairah dan begitu 'ingin'.
"ayo sekarang lo jongkok !!". Moniq langsung jongkok.
"sekarang bukain celana gue !!". Dengan hati-hati, Moniq menelanjangi bagian bawah Toyib. Moniq mengusap-usap tonjolan yang ada di kolor Toyib lalu menciumi tonjolan itu, benar-benar seperti cewek nakal.
Reply With Quote
Reply

Thread Tools
Display Modes

Posting Rules
You may not post new threads
You may not post replies
You may not post attachments
You may not edit your posts

BB code is On
Smilies are On
[IMG] code is On
HTML code is Off

Forum Jump



All times are GMT +7. The time now is 08:14 AM.


: :
Powered by vBulletin® Version 3.8.9
Copyright ©2000 - 2018, vBulletin Solutions, Inc.